Diduga Todong Warga dengan Senjata Api, Oknum Staf Desa Tanjung Luar Ancam Perempuan dan Anak Kecil

LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID  — Kejadian menggemparkan terjadi di kawasan pantai Tanjung Luar, Lombok Timur, saat seorang oknum staf Desa Tanjung Luar berinisial AS diduga menodong warga dengan senjata api (senpi) dalam kondisi mabuk. Insiden ini terjadi pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA, dan melibatkan perempuan serta anak kecil sebagai korban ketakutan.

Menurut keterangan Asbudi (26 tahun), pemilik kedai kopi di lokasi kejadian, insiden bermula saat ia bersama istri dan anaknya sedang melayani pelanggan yang tengah nongkrong di warung miliknya. Diduga, percakapan antar pelanggan disalahartikan oleh oknum AS sebagai bentuk penghinaan, sehingga memicu aksi brutal.

“Tiba-tiba dia datang, keluarkan senjata api, dan langsung menodong saya, istri, anak, serta para tamu yang ada di sekitar. Dia terlihat dalam pengaruh minuman keras,” ungkap Asbudi.

Tak hanya menodong, oknum AS juga dilaporkan menggunakan senjata api untuk memukul pintu kedai, hingga berlubang dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Meski sempat dilerai oleh warga, keberadaan senjata api membuat mereka takut untuk bertindak lebih jauh.

Ormas GANAS Desak Tindakan Tegas

Ketua Umum Ormas GANAS, Lalu Anugerah Bayu Adi, mengecam keras tindakan oknum tersebut dan menilai bahwa penyalahgunaan senjata api oleh aparat desa adalah pelanggaran serius yang harus segera ditindak.

“Kami sangat menyayangkan perilaku ini. Senjata api tidak seharusnya berada di tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Kami minta aparat penegak hukum (APH) segera melakukan pemeriksaan khusus terhadap oknum AS,” tegas Lalu Anugerah.

Ia juga mendesak Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk segera mencabut dan memberhentikan oknum AS dari jabatannya. Ormas GANAS berencana melayangkan laporan resmi ke Polres Lombok Timur pada hari Senin, sebagai bentuk respons atas ancaman terhadap salah satu anggotanya.

“Ini sudah masuk kategori ancaman pembunuhan terhadap warga sipil. Kepemilikan senjata api oleh oknum staf desa ini patut dipertanyakan. Bila perlu, senjatanya segera dicabut dan diamankan oleh APH,” tutupnya.

Dampak Sosial dan Tuntutan Keadilan

Insiden ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Tanjung Luar, khususnya para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas di kawasan wisata pantai. Warga berharap agar kasus ini segera ditangani secara hukum agar tidak terulang di masa mendatang.

(den)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan