INDRAMAYU II ONTV.– Pekerjaan rehabilitasi jalan di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah desa. Proyek yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) itu dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan akses transportasi dan menunjang aktivitas ekonomi warga.
Salah seorang warga Desa Santing mengaku bersyukur atas perbaikan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya rusak kini telah berubah menjadi lebih baik sehingga mempermudah mobilitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, dulu jalan ini rusak dan jelek, sekarang sudah bagus. Terima kasih kepada penyedia jasa CV Putra Mizan yang telah memperhatikan kami.
Dengan adanya jalan yang bagus, aktivitas sehari-hari warga menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kuwu Desa Santing, H. Tarman, S.E. Ia menilai pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik karena diawali sosialisasi kepada pemerintah desa dan masyarakat sebelum proyek dimulai.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Sebagai penerima manfaat, kami merasa bangga dapat memberikan masukan agar pekerjaan dilaksanakan secara maksimal, sehingga hasilnya berkualitas, tahan lama, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Hasim selaku pelaksana teknis sekaligus pengawas dari CV Putra Mizan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan agar hasilnya sesuai harapan.
“Kami sangat terbuka apabila masyarakat, pemerintah desa maupun media ikut mengawasi pekerjaan ini. Jika ada kekurangan di lapangan, silakan disampaikan kepada kami. Tujuan kami adalah menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Dengan rampungnya rehabilitasi jalan tersebut, diharapkan akses transportasi masyarakat Desa Santing semakin lancar, mempercepat distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat, serta mendorong pertumbuhan perekonomian desa. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia jasa, dan masyarakat juga diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan. (Nono)
