INDRAMAYU-JABAR || ONTV.CO.ID — Ribuan warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, tumpah ruah di jalanan desa untuk mengikuti dan menyaksikan pelepasan Karnaval Mbah Buyut Sampuh, sebuah tradisi budaya tahunan yang sarat makna spiritual dan sejarah.
Karnaval dilepas langsung oleh Kuwu Desa Jumbleng, Suyanto, yang dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk menjaga dan melestarikan tradisi leluhur sebagai bagian dari jati diri masyarakat Indramayu.
“Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tapi warisan sejarah yang harus dikenali dan dihormati oleh generasi muda,” tegasnya.
Arak-Arakan Budaya Penuh Warna
Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan arak-arakan peserta mengenakan pakaian adat, kostum kreatif, dan membawa hasil bumi serta simbol budaya lokal. Pelepasan karnaval dilakukan dengan ucapan “Bismillah”, menandai dimulainya kirab keliling desa yang menyusuri rute utama.
Warga dari berbagai usia tampak antusias menyambut setiap rombongan peserta. Sorakan semangat dan tepuk tangan mengiringi jalannya karnaval, sementara banyak warga mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
Makna Tradisi Mbah Buyut Sampuh
Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Mbah Buyut Sampuh Jangga Tua, tokoh leluhur yang diyakini berjasa membuka wilayah Desa Jumbleng. Karnaval juga menjadi bagian dari acara Sedekah Bumi, sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan keselamatan warga.
Parihin (47), salah satu warga, menyebut karnaval ini sebagai “syukuran besar” yang selalu dinanti. “Kami mengenang jasa leluhur sambil bergembira bersama. Sekaligus doa agar desa dijauhkan dari bencana dan rezekinya lancar,” ujarnya.
Komitmen Pelestarian Budaya
Kuwu Suyanto menegaskan bahwa selama masa jabatannya, pelestarian budaya akan menjadi prioritas. “Tradisi seperti ini harus menjadi sarana pendidikan karakter dan sejarah bagi anak-anak muda,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama di makam Mbah Buyut Sampuh Jangga Tua, dipimpin oleh para tokoh masyarakat dan sesepuh desa secara khidmat.
(Nono)
