KUANTAN SINGINGI-RIAU || ONTV.CO.ID — Di atas haluan perahu Pacu Jalur yang melaju di Sungai Batang Kuantan, seorang bocah 11 tahun berdiri gagah dengan tanjak dan kacamata hitam. Gerakannya lincah, penuh percaya diri, dan memikat jutaan pasang mata di media sosial. Dialah Rayyan Arkan Dhika, penari cilik asal Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang viral lewat gaya “aura farming”.
Aksi Dhika bukan sekadar tarian. Ia adalah simbol kebangkitan budaya Melayu yang kini mendunia. Dari Paris hingga Jakarta, gerakannya ditiru oleh pesohor seperti Neymar, Achraf Hakimi, dan Travis Kelce. Bahkan klub sepak bola PSG mengunggah video selebrasi dengan gaya Dhika, menulis, “Auranya sampai ke Paris”.
Puncak apresiasi datang saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengundangnya ke Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/7/2025). Dalam pertemuan itu, Fadli menyerahkan beasiswa senilai Rp20 juta kepada Dhika sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya melestarikan budaya Pacu Jalur.
“Beasiswa ini tambahan aja buat oleh-oleh lah, untuk beli buku ya,” ujar Fadli Zon dalam konferensi pers.
Dhika tampil memukau di hadapan Fadli Zon dan Bupati Kuansing Suhardiman Amby, menari di atas kursi yang diibaratkan sebagai perahu. Ia mengenakan busana adat Melayu lengkap dengan kacamata gradasi pelangi, mencerminkan perpaduan tradisi dan gaya modern.
Ibunda Dhika, Rani Ridawati, mengaku bangga atas pencapaian putranya.
“Alhamdulillah, kemarin Rayyan diundang sama Menteri Pariwisata. Waktu itu dikasih bingkisan, isinya ada baju dan tempat minum,” ujarnya kepada Kompas.com.
Kini, Dhika diangkat sebagai Duta Pariwisata Riau dan dijadwalkan tampil dalam Festival Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 20–24 Agustus mendatang.
Editor: Citra Yovfie Ardina
