Kapolda Lampung Ungkap Kasus TPPO Anak di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG II ONTV.CO.ID – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan Press Release pengungkapan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak di Mapolda Lampung, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.T., Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., jajaran Pejabat Utama Polda Lampung, serta insan pers dari berbagai media.

 

 

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan korban anak di bawah umur yang diduga direkrut dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi. Para korban kemudian diberangkatkan ke Surabaya untuk diduga dieksploitasi sebagai terapis plus-plus.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polda Lampung berhasil mengamankan seorang tersangka beserta sejumlah barang bukti penting. Barang bukti yang diamankan antara lain dokumen identitas, percakapan WhatsApp, tiket perjalanan, KTP yang diduga palsu, hingga telepon genggam milik tersangka.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberantas segala bentuk tindak pidana perdagangan orang, khususnya yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan lebih waspada terhadap modus perekrutan pekerjaan dengan janji penghasilan besar,” tegas Kapolda.

Polda Lampung juga memastikan proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku demi melindungi generasi muda serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Lampung.

Polda Lampung Perkuat Komitmen Berantas TPPO

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan Polda Lampung dalam memerangi praktik perdagangan orang yang semakin mengkhawatirkan. Aparat kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi perekrutan ilegal maupun eksploitasi terhadap anak.

Dengan langkah tegas tersebut, diharapkan kasus TPPO di Lampung dapat ditekan dan masyarakat semakin sadar akan bahaya perdagangan orang yang kerap menyasar generasi muda.(*)

 

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan