INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Laut Merah memanas. Amerika Serikat mengerahkan dua kapal induk—USS Nimitz dan USS Carl Vinson—ke kawasan strategis Laut Merah sebagai respons atas serangkaian serangan mematikan oleh kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal dagang internasional.
Langkah ini diambil setelah kapal tanker berbendera Liberia, Eternity C, tenggelam akibat serangan rudal dan drone Houthi saat menuju pelabuhan Israel. Serangan tersebut menewaskan empat kru dan menyebabkan 15 lainnya hilang. Sebelumnya, kapal Magic Seas juga karam dalam insiden serupa.
Tujuan Serangan Houthi
Kelompok Houthi mengklaim serangan mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan upaya menekan Israel agar menghentikan agresi di Gaza. Namun, serangan ini telah mengguncang jalur pelayaran global dan memicu kekhawatiran akan bencana lingkungan akibat potensi tumpahan minyak.
Respons Amerika Serikat
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pengerahan kapal induk bertujuan melind dan menekan ancaman Houthi yang didukung Iran. Kapal induk tersebut dilengkapi dengan kelompok penyerang, termasuk kapal perusak dan skuadron udara, siap menghadapi eskalasi lebih lanjut.
Dampak Global
Serangan Houthi telah menargetkan lebih dari 100 kapal sejak akhir 2023. Banyak perusahaan pelayaran kini mengalihkan rute mereka, menghindari Laut Merah dan menambah ribuan mil perjalanan di sekitar Afrika.***
