KF-21 Memuat Karya Anak Bangsa Sebagai Jet Tempur Murah Tetapi Dikhawatirkan AS

INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Selama uji terbang, Jenderal Lee dan pilot uji KF-21, Mayor Woo Hong-gyun, berhasil memvalidasi otoritas kendali pesawat, stabilitas keseluruhan, dan sistem avionik.

Penerbangan tersebut mencakup uji manuver yang dilakukan di atas pantai selatan Korea Selatan dengan kecepatan udara yang melebihi 1.000 kilometer per jam, pada ketinggian sekitar 4.500 meter.

Uji coba juga memperlihatkan KF-21 terbang dalam formasi bersama model KF-16 yang dirakit secara lokal, lapor news.nate.

Operasi yang dilakukan bersama dengan varian jet tempur AS buatan Korea Selatan dipertunjukkan untuk mengonfirmasi kemampuan KF-21 dalam melakukan operasi taktis dengan pesawat yang sudah ada dalam inventaris Angkatan Udara Korea Selatan.

Berbeda dengan varian terbaru FA-50 yang menggunakan radar RTX PhantomStrike buatan AS, KF-21 dilengkapi dengan radar AESA (active electronically scanned array) produksi dalam negeri yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan ROK dan diproduksi oleh Hanwha Systems.

Interoperabilitas radar AESA ini dengan radar KF-16 juga diuji selama uji terbang. Desain KF-21 tidak memiliki fitur siluman seperti F-35, meskipun mirip dengan pesawat AS itu.

Namun, KF-21 memiliki bentuk penampang radar (RCS) yang rendah dan tak mudah terdeteksi.

Fitur-fitur lain yang dapat mengurangi jejaknya termasuk antena rata, S-Duct, badan pesawat yang datar, dan rongga senjata yang setengah terkubur/bersarang. Bahan penyerap radar digunakan pada kanopi, sayap, dan ekor.

Struktur penyerap radar kemudian digunakan dalam konstruksi saluran dan penutup. Radome dilapisi dengan teknologi permukaan selektif frekuensi yang “disesuaikan” dengan lebar pita radar tertentu.

Media AS, 19fortyfive, pun menyebut KF-21 sebagai jet tempur siluman murah yang harus dikhawatirkan AS.

Hal itu dituliskan dalam artikel berjudul “KF-21: The ‘Cheap’ Stealth Fighter America Must Worry About” terbitan 10 Maret 2025.

Sebab pada akhirnya, KF-21 akan menggantikan beberapa pesawat yang relatif baru yang masih digunakan Angkatan Udara Korea Selatan hingga sekarang.

Melansir laman Army Recognition, Korea Selatan kini mengoperasikan varian paling canggih dari F-16 buatan karya anak bangsa, yakni KF-16U.

Pesawat tersebut diperkirakan akan pensiun pada tahun 2039, sedangkan F-15K akan ditarik pada tahun 2049.

Setelah transisi selesai, Angkatan Udara Korea Selatan akan hampir independen dari AS. Padahal AS telah menjadi pemasok utamanya selama lebih dari 50 tahun.

Dengan demikian, KF-21 tampaknya ditakdirkan untuk menggantikan perusahaan pertahanan AS di sejumlah pasar yang terus bertambah.

Segmen pasar mana yang akan dibiarkan terbuka bagi raksasa manufaktur pertahanan AS seperti Lockheed Martin dan Boeing adalah pertanyaan yang harus dijawab pada titik tertentu.(sumber : zonajakarta)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan