INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID — Ketegangan memuncak di Eropa Timur ketika Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak invasi 2022, tepat saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dua senator Amerika Serikat di Roma, Kamis (10/7/2025). Serangan ini dinilai sebagai sinyal keras Moskow terhadap upaya diplomatik Washington.
Skala Serangan:
- Rusia mengerahkan 728 drone dan 13 rudal, menghantam wilayah Kyiv, Kharkiv, Zaporizhzhia, dan Donetsk.
- Sistem pertahanan Ukraina berhasil menembak jatuh sebagian besar drone, namun korban jiwa tetap jatuh.
Zelensky Bertemu Senator AS
Dalam pertemuan dengan Senator Lindsey Graham dan Richard Blumenthal, Zelensky membahas:
- Penguatan sistem pertahanan udara Ukraina
- RUU bipartisan yang akan menjatuhkan tarif 500% terhadap negara-negara pembeli energi Rusia.
Zelensky menyebut serangan Rusia sebagai “teror yang meningkat” dan menegaskan bahwa Rusia menolak semua upaya gencatan senjata.
Respons AS:
Presiden Donald Trump menyatakan akan mengirim tambahan senjata ke Ukraina dan mempertimbangkan sanksi ekonomi besar terhadap Moskow. Ia juga menjanjikan “pernyataan besar” soal Rusia pada Senin mendatang.
Dampak Diplomatik:
Serangan ini terjadi di tengah upaya AS dan Rusia membangun jalur negosiasi damai. Namun, intensifikasi serangan menunjukkan bahwa dialog belum cukup meredam agresi militer.***
