EDUKASI || ONTV.CO.ID – Di tengah dominasi Jepang sebagai negara tujuan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Australia mulai mencuri perhatian sebagai alternatif yang menjanjikan. Negara Kanguru ini menawarkan peluang kerja di sektor formal dengan standar gaji tinggi dan perlindungan ketenagakerjaan yang lebih baik.
Mengapa Australia Menjadi Tujuan Baru?
Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, kerja sama Indonesia-Australia melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) membuka pintu penempatan PMI di sektor agrikultur, hospitality, dan layanan profesional.
“Australia memiliki pasar kerja yang kuat dan kebutuhan tenaga kerja terampil yang tinggi,” ujarnya dalam pernyataan resmi Kemenaker, dikutip oleh Jangkargroups.co.id.
Letak geografis yang relatif dekat dan hubungan diplomatik yang stabil juga menjadikan Australia mitra strategis dalam ekspor jasa tenaga kerja.
Bagaimana Cara PMI Bisa Bekerja di Australia?
Penempatan PMI ke Australia dilakukan melalui skema resmi bernama Skill Development Exchange (SDE), bagian dari implementasi IA-CEPA. Skema ini memungkinkan tenaga kerja Indonesia mendapatkan pengalaman kerja internasional di sektor-sektor seperti:
- Pertanian dan perkebunan
- Perhotelan dan restoran
- Kesehatan dan layanan profesional
PMI yang ingin bekerja di Australia harus melalui prosedur resmi yang melibatkan pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan penguasaan bahasa Inggris. Pemerintah juga menekankan pentingnya pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) serta seleksi ketat untuk memastikan hanya tenaga kerja terampil yang diberangkatkan.
Tantangan dan Harapan
Meski peluang terbuka, Australia belum sepenuhnya membuka keran penempatan PMI secara luas. Proses negosiasi bilateral masih berlangsung, dan penempatan baru akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Indonesia melalui BP2MI dan KJRI Sydney terus mendorong percepatan kerja sama dan memastikan perlindungan hak-hak PMI.***
