Rusia Bombardir Kiev, Ledakan Besar Guncang Ibukota Ukraina

INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap ibu kota Ukraina, Kiev, pada Selasa pagi (10/6/2025). Serangan ini melibatkan pesawat nirawak dan rudal, menyebabkan sedikitnya selusin ledakan di berbagai distrik kota.

Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, memperingatkan warga untuk tetap berada di tempat perlindungan karena serangan masih berlangsung. Ia mengonfirmasi bahwa empat orang terluka, dengan beberapa bangunan dan kendaraan terbakar akibat serangan tersebut, kota pelabuhan Odesa juga menjadi sasaran serangan Rusia. Sebuah rumah sakit bersalin terkena dampak langsung, memaksa evakuasi pasien dan staf medis. Seorang pria berusia 59 tahun tewas, sementara sedikitnya empat orang lainnya terluka akibat serangan drone di Odesa.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, dengan negosiasi damai yang masih menemui jalan buntu. Pemerintah Ukraina terus menyerukan dukungan internasional untuk memperkuat pertahanan mereka dan menekan Rusia agar menghentikan agresi militer.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan Rusia yang menghantam Kiev dan Odesa, menyebutnya sebagai tindakan brutal yang menargetkan warga sipil. Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia telah meluncurkan lebih dari 400 drone dan 40 rudal dalam serangan terbaru ini.

“Jika seseorang tidak memberikan tekanan dan memberi perang lebih banyak waktu untuk merenggut nyawa, mereka terlibat dan bertanggung jawab. Kita perlu bertindak tegas,” ujar Zelensky dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha juga menuduh Rusia membalas kehancuran pesawatnya dengan menyerang warga sipil. Ia menyebut bahwa gedung-gedung bertingkat dan infrastruktur energi terkena dampak serangan tersebut.

Pemerintah Rusia menyatakan bahwa serangan ke Kiev dan kota-kota lain di Ukraina merupakan respons atas aksi terorisme yang dilakukan oleh Ukraina terhadap Rusia. Moskow menuduh Ukraina melancarkan serangan drone terhadap pangkalan udara Rusia, yang menyebabkan kerusakan pada pesawat pembom strategis mereka.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Rusia akan merespons serangan Ukraina jika dianggap perlu oleh pihak militer. Ia juga menyebut bahwa Presiden Vladimir Putin telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump mengenai kewajiban Moskow untuk membalas serangan Ukraina.

Sementara itu, Rusia menuduh Ukraina sebagai dalang ledakan jembatan yang menyebabkan kereta api penumpang tergelincir di wilayah perbatasan Bryansk, menewaskan 7 orang. Komite Investigasi Rusia menyebut tindakan tersebut sebagai terorisme negara yang dilakukan atas perintah rezim Kiev.

Situasi ini semakin memperburuk prospek perundingan damai antara kedua negara, meskipun sebelumnya sempat ada pembicaraan di Turki mengenai pertukaran tawanan perang dan pemulangan ribuan jenazah prajurit.***

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan