TULANG BAWANG II ONTV.CO.ID — Sebanyak 26 anggota kelompok tani mengikuti kegiatan Sosialisasi Pendampingan dan Pembinaan Pertanian dengan fokus pada pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Tulang Bawang.(10/12/2025).
Acara turut dihadiri oleh Kepala Kampung Panca Karsa Purna Jaya beserta jajaran, para ketua Gapoktan, serta seluruh anggota kelompok tani.
Pentingnya Pelatihan untuk Peningkatan Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Kepala Kampung Bakri menyampaikan apresiasi kepada seluruh Gapoktan yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
> “Terima kasih kepada seluruh ketua Gapoktan dan anggota yang hadir. Pelatihan ini sangat penting, terlebih adanya materi pembuatan STC (Suplemen Tanah Cair) untuk meningkatkan pupuk cair organik. Dengan ini, ketahanan pangan kampung dapat meningkat, apa pun jenis tanaman yang dibudidayakan dapat berhasil,” ujarnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan Paparkan Cara Membuat STC
Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Banjar Baru, Melinda, memberikan materi kepada peserta dari dua kampung binaan. Ia menjelaskan langkah-langkah pembuatan Suplemen Tanah Cair (STC) serta manfaatnya bagi peningkatan produktivitas pertanian.
Melinda juga menekankan pentingnya komunikasi aktif melalui grup WhatsApp agar petani tidak tertinggal informasi terbaru dari Kementerian Pertanian.
> “Penting bagi kita memiliki grup WA agar informasi cepat tersampaikan. Contohnya, harga pupuk tahun 2026 diperkirakan turun 20 persen untuk petani dan Gapoktan,” jelas Melinda.
Langkah-Langkah Pembuatan Suplemen Tanah Cair (STC)
Berikut tahapan pembuatan STC yang disampaikan:
1. Siapkan bahan:
Biang mikroba/starter 16 liter.
Bahan PC 10 liter.
Cairan azomit dan dolamit
Air kelapa.
Air limbah kedelai/olahan tempe dan/atau air cucian beras.
Total campuran mencapai ±170 liter.
2. Masukkan air kelapa, air limbah kedelai, dan air cucian beras.
3. Tambahkan bahan azomit.
4. Aduk hingga merata (disarankan menggunakan pengaduk non-logam).
5. Tambahkan bahan PC dan aduk merata.
6. Tambahkan dolamid lalu aduk kembali.
7. Nyalakan aerator selama 3 hari sebelum biang mikroba dimasukkan.
8. Setelah 3 hari, masukkan 16 liter biang mikroba dan aerator tetap menyala.
9. Selama 3 hari berikutnya, lakukan pengadukan setiap pagi.
10. Pada hari ke-4 hingga hari ke-20, tidak perlu diaduk, tetapi aerator tetap menyala (proses aerob).
11. Hari ke-20 hingga hari ke-23, matikan aerator dan tutup drum rapat (proses anaerob).
12. Hari ke-23, proses pembuatan STC selesai dan siap digunakan.
Melinda berharap seluruh anggota kelompok tani dapat memahami proses pembuatan STC dan saling membantu apabila ada yang belum menguasai teknik tersebut.
“Jika ada yang kurang paham, tolong disampaikan ke kelompok tani. Kelompok tani dapat menyampaikan kembali kepada saya agar kita bisa belajar bersama,” tutupnya.(Muh/51617).
