Ketua KTNA Terisi Bantah Isu Pengondisian Bantuan Irpom

INDRAMAYU II ONTV.CO.ID – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Terisi, Manda, membantah isu yang menyebut adanya pengondisian terhadap kelompok tani dalam penyaluran bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom). Ia menegaskan program bantuan dari pemerintah tersebut telah berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.

Menurut Manda, bantuan Irpom menjadi solusi penting bagi petani di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, yang selama ini kerap menghadapi persoalan kekurangan air, terutama saat musim kemarau.

“Program ini sangat bermanfaat dan dijalankan dengan baik oleh seluruh kelompok penerima sesuai petunjuk yang berlaku. Di Kecamatan Terisi ada delapan kelompok tani yang mendapatkan bantuan,” ujar Manda saat diwawancarai awak media, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum adanya bantuan irigasi perpompaan, sebagian lahan pertanian mengalami keterbatasan pasokan air sehingga berdampak pada produktivitas dan hasil panen. Setelah program Irpom direalisasikan, kebutuhan air irigasi mulai terpenuhi meski belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh areal pertanian.

“Sebelumnya masih ada lahan yang kekurangan air. Setelah ada bantuan pemerintah, kebutuhan air mulai bisa tercover, walaupun memang belum maksimal,” katanya.

Manda menilai keberadaan pompa irigasi mampu meningkatkan produktivitas pertanian karena pasokan air menjadi lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah terus melanjutkan dan memperluas program tersebut agar semakin banyak kelompok tani yang merasakan manfaatnya.

“Kami berharap bantuan seperti ini terus ditingkatkan. Kelompok tani yang belum mendapatkan mudah-mudahan bisa memperoleh program pada tahun berikutnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jatimunggul, Warma, turut mengapresiasi program Irpom. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu petani yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan.

“Kami sebagai petani sangat terbantu. Beberapa titik pengeboran sudah selesai dan dimanfaatkan, sementara titik lainnya masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Warma juga membantah kabar yang menyebut adanya potongan dana bantuan untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban (SPJ). Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan tidak terjadi di lapangan.

“Informasi itu tidak benar. Faktanya kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun kepada siapa pun. Tidak ada potongan seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, luas lahan pertanian di Desa Jatimunggul mencapai sekitar 427 hektare sehingga bantuan yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan seluruh petani. Meski demikian, keberadaan pompa irigasi telah mampu mengurangi dampak kekeringan akibat El Niño hingga sekitar 50 persen.

“Dengan adanya bantuan ini, sekitar 50 persen persoalan kekurangan air di wilayah kami sudah bisa diatasi. Harapannya ke depan bantuan irigasi perpompaan semakin diperbanyak agar seluruh lahan pertanian dapat terlayani,” pungkasnya.

Program bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) diharapkan terus diperluas sebagai upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan di berbagai daerah.(Nono)

 

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan