SUBANG-JABAR || ONTV.CO.ID – Ironi besar tengah terjadi di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di saat pemerintah gencar menggaungkan program ketahanan pangan nasional, infrastruktur dasar berupa jalan pertanian justru terabaikan. Ruas jalan sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan Dusun Kaliaren, Desa Sukamandijaya, dengan Dusun Tanjung Asem masih berupa tanah merah, berubah menjadi kubangan lumpur setiap musim hujan.
Dampak Langsung ke Ribuan Warga
Kepala Dusun Kaliaren, Carkitop, menegaskan bahwa sekitar 5.000 jiwa terdampak langsung oleh kondisi jalan rusak ini. Distribusi hasil pertanian terganggu, aktivitas ekonomi melambat, bahkan keselamatan warga terancam akibat seringnya terjadi kecelakaan di jalur tersebut.
“Jalan ini sudah bertahun-tahun belum mendapatkan perhatian yang memadai. Masyarakat berharap memperoleh haknya berupa akses jalan yang layak agar dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ketahanan Pangan Butuh Infrastruktur Nyata
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur pedesaan belum sejalan dengan semangat mewujudkan ketahanan pangan. Program besar tidak akan optimal jika distribusi hasil pertanian masih terhambat oleh jalan rusak. Ketahanan pangan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui keberpihakan nyata terhadap infrastruktur dasar.
Gotong Royong Warga: Harapan di Tengah Kelalaian
Di tengah minimnya perhatian pemerintah, secercah harapan muncul lewat aksi gotong royong masyarakat. Tokoh masyarakat sekaligus anggota Kepolisian Daerah Jawa Barat, H. Warjo, menggerakkan warga memperbaiki jalan secara swadaya. Ia bahkan memberikan bantuan material berupa tiga truk pasir dan satu truk batu split.Koordinator Majelis Titik Nol Tjiasem, Pajar Riskomar, mengapresiasi langkah tersebut.
“Beliau menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak selalu menunggu program besar. Dengan tindakan nyata, beliau menggerakkan gotong royong dan memberikan bantuan material. Ini teladan seorang anggota Polri yang hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tanggung Jawab Pemerintah Tak Bisa Dikesampingkan
Meski gotong royong warga patut diapresiasi, Pajar menegaskan bahwa swadaya masyarakat bukan solusi permanen. Tanggung jawab pembangunan infrastruktur tetap berada di tangan pemerintah.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Subang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan peningkatan ruas jalan tersebut menjadi jalan yang layak. Jalan ini bukan sekadar akses pertanian, melainkan jalur kehidupan ribuan warga,” tegasnya.
Masyarakat berharap aspirasi yang telah bertahun-tahun disampaikan tidak lagi berhenti sebagai usulan di atas kertas. Ketahanan pangan nasional tidak akan pernah kokoh jika petani masih harus berjibaku melewati jalan berlumpur untuk membawa hasil panennya. Sudah saatnya pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar rakyat.
(Ryan)
