BEKASI || ONTV.CO.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Serang Baru pada Senin malam (7/7) mengakibatkan luapan Kali Cikarang yang merendam ribuan rumah warga. Tak menunggu lama, jajaran Pemerintah Kecamatan Serang Baru langsung turun ke lapangan pada Selasa (8/7) pagi untuk meninjau dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Jayasampurna.
Dipimpin oleh Kasi Trantib Kecamatan Serang Baru, Mukhamad Budiyuwono, bersama Kepala Desa Jayasampurna, Mukhsin, tim menyusuri tiga titik pemukiman yang terdampak cukup parah: Perumahan Villa Lestari, Grand Cikarang Village (GCV), dan Artera Hills.
“Total ada sekitar 1.024 kepala keluarga yang terdampak. Air mulai naik sekitar pukul 22.00 WIB dan menggenangi blok-blok perumahan yang berada di dataran rendah,” ujar Budiyuwono.
Bantuan Spontan dan Posko Pengungsian
Dalam kunjungan tersebut, pihak kecamatan dan desa turut menyerahkan bantuan darurat berupa makanan dan kebutuhan pokok. Bantuan ini, menurut Budiyuwono, merupakan bentuk empati pribadi dari jajaran pemerintah setempat.
“Ini murni bentuk kepedulian kami. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
Beberapa posko pengungsian sempat didirikan, seperti di Mushola Al-Falah untuk warga GCV dan masjid gerbang Artera Hills. Namun, sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah air mulai surut.
Seruan Normalisasi Kali Cikarang
Budiyuwono menyoroti pentingnya penanganan jangka panjang. Ia menyebut bahwa Kali Cikarang belum pernah dinormalisasi selama bertahun-tahun, sehingga alirannya kini tersumbat oleh sedimentasi dan vegetasi liar.
“Kalau dilihat langsung, sungai ini sudah sangat dangkal dan penuh pohon. Harus ada langkah strategis dari pemerintah daerah bahkan provinsi untuk normalisasi dan pelebaran sungai,” tegasnya.
Siaga Banjir dan Harapan Warga
Sebagai langkah antisipasi, ia juga menyarankan agar setiap RW rawan banjir dilengkapi perahu karet siaga untuk evakuasi cepat. Ia menambahkan, banjir ini bukan yang pertama kali terjadi, dan warga berharap ada solusi yang lebih berkelanjutan.
“Kami ingin agar penanganan ke depan tidak hanya reaktif, tapi juga preventif. Aspirasi warga ini harus dijembatani oleh para pemangku kebijakan,” pungkasnya.
Sumber: bekasikab.go.id
