JAKARTA || ONTV.CO.ID – Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, memberikan kritik tajam terhadap kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Sri Mulyani, kebijakan tersebut tidak berlandaskan prinsip ekonomi yang rasional dan lebih bersifat transaksional.
Kebijakan Tarif yang Kontroversial
Kebijakan tarif resiprokal yang dikenakan terhadap 60 negara, termasuk Indonesia, bertujuan untuk menutup defisit perdagangan AS. Namun, Sri Mulyani menyebut bahwa cara penghitungan tarif tersebut sulit dipahami oleh para ekonom. Indonesia sendiri dikenakan tarif impor sebesar 32%, yang memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap perdagangan internasional.
Potensi Perang Dagang
Sri Mulyani juga menyoroti risiko kebijakan ini dalam memicu perang dagang yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi global. Ia menegaskan bahwa pendekatan pragmatis seperti ini mengesampingkan prinsip-prinsip ekonomi yang seharusnya menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan perdagangan.
Respons Indonesia
Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia memilih jalur diplomasi dan negosiasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Sri Mulyani menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menciptakan perdagangan yang adil dan berkelanjutan.
Kritik ini mencerminkan pandangan Indonesia terhadap kebijakan perdagangan global yang lebih mengutamakan prinsip ekonomi dan keseimbangan antarnegara.***
