Haul Ke-10 TGH Sibawaihi Mutawalli: Teladan Kesederhanaan dan Penjaga Nilai Iman

LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID — Ratusan jamaah memadati kompleks Makam Kemalik, Surelalem, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Rabu (6/8), dalam rangka memperingati Haul Ke-10 Almaghfurlah TGH Sibawaihi Mutawalli, seorang ulama kharismatik yang dikenal sebagai pejuang pendidikan, penjaga moral masyarakat, dan teladan kesederhanaan.

Spirit Kesederhanaan dan Dakwah yang Membumi

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, dan doa yang dipimpin oleh TGH Gtausil Amrullah, S.Pd., yang mengajak jamaah untuk mendoakan sang guru sekaligus meneladani perjuangan dan akhlaknya.

Dalam sambutan pembuka, Prof. Dr. Said Agil Al-Idrus, Ketua Pembina IKMAPALA (Ikatan Keluarga Masyarakat Paer Laukq), menegaskan bahwa TGH Sibawaihi Mutawalli adalah sosok inspiratif yang tak hanya berdakwah, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Beliau mencintai bumi ini sebagaimana mencintai masyarakatnya. Menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.

Pemerintah Daerah: Warisan Nilai untuk Generasi Mendatang

Sekretaris Daerah Lombok Timur, M. Juaini Taufiq, mewakili Bupati, menyampaikan pesan penuh makna tentang sosok Almaghfurlah yang dikenal zuhud dan pekerja keras.

“Nilai-nilai perjuangan beliau harus terus diwariskan, terutama dalam memajukan dunia pendidikan demi generasi masa depan,” tegasnya.

Tausiyah Penuh Haru dari Sang Putra

Puncak acara ditutup dengan tausiyah oleh putra Almaghfurlah, TGH Saipul Islam Sibawaihi, Lc., MA., yang menyampaikan bahwa ayahandanya memilih hidup sederhana demi menjaga iman dan moral masyarakat.

“Harta, tahta, dan keluarga hanyalah titipan. Kita harus sepenuhnya berserah diri kepada Allah SWT,” ucapnya dengan haru.

Tokoh-Tokoh Hadir dan Komitmen Masyarakat

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Prof. Dr. Fahrurrozi Dahlan, Prof. Dr. Ali Jadid Al-Idrus, Mahdan, S.H. (Anggota DPRD Lombok Timur), Lalu Husnan Karyadi, S.Pd. (Kapolsek Jerowaru), Pimpinan Baznas Lombok Timur, Forkopimcam Jerowaru, Kepala Desa Pemongkong, Tokoh masyarakat dan ratusan jamaah lainnya.

Momentum Melanjutkan Perjuangan

Haul ini bukan sekadar mengenang wafatnya sang ulama, tetapi menjadi momentum spiritual untuk memperkuat tekad masyarakat dalam melanjutkan perjuangan beliau: membangun peradaban berbasis iman, ilmu, dan amal.

(den)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan