SUBANG-JABAR || ONTV.CO.ID – Kerusakan jembatan gantung penghubung Desa Muara dan Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, membuat akses utama warga terganggu. Jembatan yang biasanya dilalui kendaraan bermotor kini ditutup demi keselamatan, sehingga masyarakat harus mencari jalur alternatif.
Meski pejalan kaki masih diperbolehkan melintas, warga yang menggunakan kendaraan bermotor kini beralih memanfaatkan jasa perahu penyebrangan.
Seorang warga Desa Tanjung Tiga menuturkan, saat banjir ia harus memutar jauh melalui jalur Pantura yang memakan waktu lama.
“Sekarang setelah banjir surut, saya bisa menyebrang menggunakan perahu eretan dengan biaya Rp2.000 sekali nyebrang,” ujarnya kepada awak media.
Sementara itu, Bontot, pengelola jasa perahu penyebrangan, menjelaskan bahwa layanan perahu beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
“Alhamdulillah, sejak jembatan gantung rusak, banyak masyarakat yang menggunakan perahu eretan. Kapasitas perahu bisa mengangkut hingga enam motor sekaligus. Tarifnya Rp2.000 per motor, namun khusus pelajar dan guru kami gratiskan,” ungkapnya, Kamis (5/2).
Dengan adanya layanan perahu ini, aktivitas warga tetap berjalan meski jembatan gantung sedang dalam perbaikan.
(Bebeng)
