SUBANG-JAWA BARATB|| ONTV.CO.ID -Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Istimewa Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, menghadapi tantangan serius dalam pengembangan usaha budidaya ayam petelur. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kematian puluhan ekor ayam petelur di dua lokasi peternakan desa.
Puluhan Ayam Petelur Mati Akibat Hujan dan Angin Kencang
Budidaya ayam petelur yang berlokasi di Dusun Suka Asih dan Dusun Sukamanah Lama mengalami kerugian besar. Dari total 58 ekor ayam di Dusun Suka Asih, hanya tersisa 15 ekor. Sementara di Dusun Sukamanah Lama, jumlah ayam menyusut dari 48 ekor menjadi 30 ekor.
Menurut Cepudin, Kepala Dusun Sukamanah Lama yang akrab disapa Ahong, kematian ayam disebabkan oleh cuaca buruk. “Kalau hujan angin datang, ayam mudah sakit dan akhirnya mati. Kami sudah beri obat, tapi tidak menjamin,” ujarnya pada Senin, 3 November 2025.
Budidaya Jamur Tiram Tetap Optimis, 10 Ribu Baglog Disiapkan
Meski sektor peternakan menghadapi kendala, Bumdes Muara tetap optimis terhadap usaha budidaya jamur tiram. Ketua Bumdes, Sodikin alias Gren, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 10 ribu baglog jamur tiram yang berlokasi di Dusun Sindang Laut 2.
“Kami sudah punya kontrak untuk distribusi hasil panen jamur, jadi tidak khawatir soal pemasaran. Bahkan, saat panen pertama nanti, kami akan bagikan jamur secara gratis kepada masyarakat,” kata Gren.
Rencana Balai Pelatihan dan Komitmen Bumdes
Bumdes Istimewa Desa Muara juga berencana membuka balai pelatihan budidaya jamur tiram sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Gren menegaskan bahwa meskipun pengurus ayam petelur sempat menggunakan dana pribadi untuk pakan dan obat, Bumdes tetap bertanggung jawab dan akan mengganti biaya tersebut selama ada catatan transaksi.
“Kami ingin Bumdes benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan usaha jamur tiram yang lebih tahan terhadap cuaca,” tutup Gren.
(Bebeng)
