Miris! Warga Kediri Diintimidasi Usai Tolak Sound Horeg, Kepala Desa Tawarkan Solusi Kontroversial

KEDIRI-JATIM || ONTV.CO.ID — Polemik seputar penggunaan sound horeg dalam acara budaya di Desa Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memicu ketegangan sosial setelah seorang warga, Eko Maryanto, mengaku mendapat intimidasi usai menyuarakan penolakan terhadap suara bising tersebut.

Awal Konflik: Suara Bising dan Teror Sosial

Eko menyampaikan keluhannya melalui siaran radio lokal Andika FM pada 29 Juli 2025. Ia mengaku rumahnya menjadi sasaran aksi provokatif, di mana musik keras diputar selama berjam-jam tepat di depan rumahnya saat orang tuanya sedang sakit. Tak hanya itu, foto dirinya dan istrinya disebarkan di media sosial dengan narasi negatif, membuat keluarganya merasa dikucilkan dan takut keluar rumah.

Respons Desa dan Pernyataan Kontroversial Kepala Desa

Kepala Desa Kepung, Ida Arief, menyatakan bahwa kegiatan sound horeg merupakan inisiatif masyarakat dan tidak berlangsung setiap hari. Namun, pernyataannya bahwa warga yang terganggu bisa “dibantu pindah” memicu kritik publik karena dianggap tidak solutif dan berpotensi menyingkirkan warga yang bersuara.

Mediasi dan Upaya Damai

Mediasi antara Eko, panitia Kepung Carnival, dan perangkat desa difasilitasi oleh Forkopimca dan kepolisian pada 1 Agustus 2025. Kapolsek Kepung AKP Bambang Suprijanto menyebut bahwa konflik dipicu oleh miskomunikasi dan kurangnya ruang dialog. Hasil mediasi berujung pada kesepakatan damai dan saling memaafkan.

Sorotan Publik dan Imbauan Kepolisian

Kasus ini menyita perhatian nasional dan memicu diskusi tentang batasan kebebasan berekspresi dalam kegiatan budaya. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan terus melakukan patroli rutin untuk menjaga ketertiban.

Sumber: Tribun

Tinggalkan Balasan

Aktifkan JavaScript untuk meninggalkan komentar.