Dana yang terkumpul sebanyak 15 juta. Anak yatim dan piatu diberikan makanan untuk berbuka puasa. Selain itu pun terdapat uang yang diberikan. Sebelum melakukan santunan, pihak HBKS telah melakukan survey terlebih dahulu. Hal ini berfungsi untuk merapihkan data penerima santunan.
Saat diberikan bantuan anak yatim piatu di panggil satu persatu. Sistem ini berfungsi untuk mencegah adanya penimbulan cluster terbaru. Tidak ada kerumunan yang terjadi dalam pembagian santunan. Seluruh undangan yang datang pun taat menggunakan masker.
Kepala desa Tamansari mendukung adanya kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan itu dijadikan hal pengingat agar tetap berbagi dengan sesama. Selain itu dapat membantu anak yatim dan piatu. “Alhamdulillah sekali ada bantuan dari HBKS ini,” ungkap Ai Ratna Ningsih, kepala Desa Tamansari.
Pihak pengelola tidak memberikan dana penyewaan apapun kepada HBKS untuk mengadakan acara. Seluruh acara diberikan secara gratis. Selain itu disediakan juga aluran listrik dan panggung untuk pengisi acara. Air pun telah disediakan. Pengelola mendukung jika diselenggarakan acara di Goa Dayeuh. “Persiapan dari pengelola hanya tempat saja, fasilitas pun kami berikan gratis,” ungkap Ujang Nur Ali, sekretaris badan usaha masyarakat desa (BUMDES).
Salah seorang penerima memberikan tanggapan bahwa merasa senang dengan adanya pemberian bantuan ini. Hal ini dikarenakan dapat membantu untuk pengobatan cucu. Ia memiliki cucu yang disabilitas. Kekurangan fisik yang dialami dikarenakan orangtua sempat mengalami kecelakaan saat hamil. “Saya senang banget karena bisa membantu sedikit untuk pengobatan,” pungkas Sarkian, pendamping anak yatim piatu.((fie)
