EDUKASI || ONTV.CO.ID – Sejarah pers di Indonesia memiliki perjalanan panjang yang erat kaitannya dengan perkembangan sosial dan politik di negara ini.
Pada masa kolonial, Pers pertama kali muncul sebagai alat komunikasi yang dikendalikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Surat kabar seperti Batavia Nouvelles (1744) dan Bataviasche Courant (1817) beredar dalam bahasa Belanda dan lebih banyak digunakan untuk kepentingan perdagangan serta penyebaran agama.
Namun, pada abad ke-19, mulai muncul surat kabar berbahasa Melayu dan bahkan beberapa dalam bahasa daerah, seperti Bromartani, surat kabar berbahasa Jawa pertama yang diterbitkan di Surakarta pada tahun 1855.
Memasuki masa pergerakan nasional, pers menjadi alat perjuangan bagi para tokoh nasionalis. Salah satu tokoh penting dalam sejarah pers Indonesia adalah RM Tirto Adhi Soerjo, yang mendirikan Medan Prijaji pada tahun 1907 sebagai surat kabar pribumi pertama yang berani mengkritik kebijakan kolonial.
Pada masa ini, pers berkembang pesat sebagai sarana penyebaran gagasan kebangsaan dan perlawanan terhadap penjajahan
Pada masa kemerdekaan, pers mengalami kebebasan yang lebih besar, tetapi tetap menghadapi tantangan dari berbagai rezim pemerintahan. Di era Orde Lama, pers digunakan sebagai alat propaganda pemerintah, sementara di Orde Baru, kebebasan pers dibatasi dengan ketat melalui regulasi dan pemberedelan media.
Baru pada era Reformasi, pers kembali mendapatkan kebebasan yang lebih luas, dengan munculnya berbagai media independen dan digital yang semakin memperkuat demokrasi.***
