BMKG: Cuaca Panas Beberapa Hari Terakhir Akibat Peralihan Musim

BMKG || ONTV.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena posisi semu Matahari yang saat ini berada dekat dengan ekuator dan mulai bergeser ke arah utara, menyebabkan intensitas penyinaran lebih optimal di wilayah Indonesia.

Beberapa daerah mencatat suhu tinggi, seperti Surabaya yang mencapai 34,6 derajat Celsius, menjadikannya salah satu temperatur tertinggi secara nasional dalam periode 24 jam terakhir.

BMKG menegaskan bahwa suhu ini masih tergolong normal untuk wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat masa transisi musim.

BMKG mencatat bahwa lonjakan suhu seperti ini umumnya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu Maret–Mei dan September–November, saat posisi semu Matahari berada dekat ekuator dan intensitas panasnya mencapai puncak. Dengan kata lain, cuaca panas ini masih akan terasa dalam beberapa minggu ke depan sebelum pola cuaca kemarau benar-benar stabil.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh dengan:

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
  • Memastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Fenomena cuaca panas ini menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini terkait kondisi atmosfer di Indonesia.***

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan