Tim KKN ITERA Revitalisasi Smart Farming Hidroponik di Tiyuh Wono Kerto

TULANG BAWANG BARAT II ONTV.CO.ID — Tiyuh Wono Kerto, 1 Februari 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Angkatan 67 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) berhasil merevitalisasi sistem smart farming hidroponik berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) di Tiyuh Wono Kerto. Program yang berlangsung selama satu bulan ini mampu mengaktifkan kembali instalasi hidroponik yang sempat terbengkalai serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan pengetahuan masyarakat.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan lokal, efisiensi penggunaan air, serta pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi di tingkat desa.

Revitalisasi Hidroponik sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Tiyuh Wono Kerto. Namun, keterbatasan lahan, ketergantungan musim, dan minimnya pemanfaatan teknologi modern menjadi tantangan utama dalam meningkatkan hasil pertanian.

Meskipun sebelumnya telah tersedia greenhouse dan instalasi hidroponik, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat kurangnya pengetahuan teknis masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Tim KKN ITERA menginisiasi program revitalisasi smart farming hidroponik dengan pendekatan TTG yang mudah diterapkan, efisien, dan berkelanjutan.

Tujuan utama program ini meliputi:

Mengaktifkan kembali sistem hidroponik yang ada

Meningkatkan kapasitas dan literasi pertanian modern masyarakat

Mendorong produktivitas pertanian dan peningkatan ekonomi warga

Tahapan Pelaksanaan Program KKN ITERA

Program dilaksanakan secara terstruktur melalui tiga tahapan utama:

1. Tahap Persiapan

Tim KKN melakukan survei lapangan untuk mengevaluasi kondisi greenhouse dan instalasi hidroponik, mulai dari pipa, pompa air, hingga sistem aliran nutrisi. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Pemerintah Tiyuh dan perwakilan masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan riil di lapangan.

Berbagai sarana pendukung disiapkan, seperti bibit selada unggul, media tanam spons, larutan nutrisi hidroponik, serta alat ukur pH dan suhu lingkungan.

2. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan dimulai dengan penyemaian bibit selada hingga pemindahan ke sistem hidroponik di dalam greenhouse. Selama masa pertumbuhan, dilakukan perawatan rutin meliputi pengaturan nutrisi, pengecekan aliran air, pemantauan suhu dan kelembapan, serta pengendalian hama secara ramah lingkungan tanpa pestisida kimia.

3. Tahap Edukasi dan Pendampingan

Edukasi menjadi fokus utama program ini. Tim KKN memberikan pendampingan intensif melalui:

Penyusunan booklet panduan smart farming hidroponik

Lokakarya dan praktik langsung bagi masyarakat

Pelatihan kepada kelompok Ibu PKK, pengelola greenhouse, dan petani muda

Materi mencakup dasar hidroponik, efisiensi penggunaan air, manajemen nutrisi, hingga strategi pemasaran hasil panen.

Hasil Nyata: Produktivitas Tinggi dan Antusiasme Masyarakat

Hasil program menunjukkan capaian yang sangat positif. Sistem hidroponik kini beroperasi secara optimal dengan tanaman selada tumbuh seragam dan sehat, mencapai tinggi 25–30 cm saat panen. Daun selada tampak hijau segar dan berkualitas tinggi.

Dari sisi efisiensi, sistem hidroponik mampu menghemat penggunaan air hingga 90 persen dibandingkan pertanian konvensional, menjadi solusi efektif menghadapi musim kemarau.

Lebih dari itu, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pertanian modern. Kelompok Ibu PKK bahkan mulai berinisiatif mengembangkan hidroponik skala rumah tangga untuk konsumsi dan penjualan ke pasar lokal.

Menuju Keberlanjutan Smart Farming di Tiyuh Wono Kerto

Program revitalisasi smart farming hidroponik KKN ITERA terbukti memberikan manfaat nyata bagi produktivitas, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Selain meningkatkan hasil pertanian, program ini juga berkontribusi dalam pengurangan penggunaan bahan kimia dan pelestarian sumber daya air.

Sebagai langkah keberlanjutan, Tim KKN ITERA bersama Pemerintah Tiyuh Wono Kerto membentuk kelompok pengelola hidroponik yang akan bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sistem ke depan. Pendampingan lanjutan serta peluang kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga terkait juga terus diupayakan, khususnya dalam hal pemasaran hasil panen.

Tim KKN PPM 67 ITERA menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Tiyuh Wono Kerto, masyarakat setempat, kelompok Ibu PKK, serta Institut Teknologi Sumatera atas dukungan penuh dalam pelaksanaan program ini.(Tim /Made).

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan