Prioritas Pemutaran Film Indonesia

Jakarta,ontv.co.id – Tertanggal 29 Juli 2020, bioskop di seluruh Indonesia dibuka kembali (berdasarkan Surat Edaran GPBSI yang dirilis Ketua Umumnya, Johny Safrudin; lihat, foto). Namun, mengingat masih ada 50 lebih kabupaten Zona Merah terdampak Covid 19 (info dari Tim Gugus Tugas Covid 19) kemungkinan tidak seluruh bioskop akan dibuka kembali.

Masyarakat akan punya pilihan yang menentukan: meskipun biasanya hari-hari libur bioskop-bioskop selalu banyak penontonnya, namun dalam kondisi ‘new normal’ seperti saat ini, apakah mereka juga akan pergi ke bioskop.
Sementara itu, di Sinematek Indonesia dan PARFI (Pusat Perfilman H Usmar Ismail Jakarta Selatan) Insan perfilman Kamel Marvin (Aktor film sejak 1978 yang juga sutradara dan produser) menyampaikan pandangannya:
“Sebaiknya, bioskop dibuka secara bertahap sesuai kondisi saat ini. Dan, prioritaskan pemutaran film-film Indonesia. “
Kamel Marvin berargumentasi, “Film-film nasional yang sudah diproduksi saja belum diputar di bioskop, bagaimana mau produksi lagi yang baru.”
Meski demikian, Kamel Marvin menyambut baik soal Surat Edaran GPBSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia. “Bagus… memang harus begitu, jangan ‘lepas tangan’. Makin lama terpendam, tidak menentu kapan diputar, bisa jadi suatu kerugian.
Journalist : Fathani Abdullah

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan