SUBANG || ONTV.CO.ID,l – Pengerjaan Proyek Rehabilitasi, Peningkatan dan Moderenisasi Jaringan Irigasi SS. Cijengkol CS, SS. Pengkolan CS, SS. Sukamandi CS, SS Ciberes CS, di Kabupaten Subang bertujuan untuk mengoptimalkan pengairan baik untuk sektor pertanian maupun tambak.
Namun, dalam setiap pembangunan akan diikuti dengan ekses atau dampak yang mungkin akan merugikan beberapa pihak walaupun hanya bersifat sementara.
Hal ini dialami oleh sebagian petani karena belum dapat melakukan penanaman padi akibat pasokan air tidak dapat masuk semantara sedang ada proyek.
Pada hari Rabu (24/01/2024), bertempat di Aula Kantor Desa Rancamulya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, PT. Brantas Selaku pelaksana proyek kembali melakukan sosialisasi kepada petani maupun kelompok tani di wilayah Kecamatan Patokbeusi yang meliputi Desa Rancajaya, Desa Rancamulya dan Desa Pringkasap Kecamatan Pabuaran, terkait progress pelaksanaan proyek yang dikerjakan karena ada kemunduran schedule fininshing proyek.
Perwakilan PT. Brantas mengakui ada kendala yang dihadapi, juga beberapa perubahan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah agar dapat mengoptimalkan pengairan ke depan.
“Kami tahu semua ini merupakan untuk memaksimalkan pengairan di masa yang akan datang, namun kami butuh kepastian kapan proyek ini bisa selesai,” ungkap Alex, petani Dusun Pengkolan, Desa Rancamulya.(24/01/2024)
Alex menambahkan bahwa petani diajak oleh PT. Brantas untuk bersama-sama mengawasi pengerjaan proyek agar dapat selesai tepat waktu yaitu pada 26 Februari 2024 dan dengan hasil yang optimal.
“Menurut pengakuan PT. Brantas di lapangan, ada perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk optimalisasi pengairan yaitu menambah pengerjaan kontruksi tulang beton dan pelantaian sehingga berdampak pada waktu pengerjaan dan pengeringan agar hasilnya optimal,” jelas Drs. AEP Saepudin Subandi, Camat Patokbeusi.
Aep juga menegaskan bahwa dengan tenggat waktu yang disepakati antara PT. Brantas dan petani, pelaksaan harus tepat waktu dan tetap memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.
“PT. Brantas harus memperbaiki manajemen agar hal seperti ini tidak terulang dan merugikan petani, juga jangan lupakan dampak proyek terhadap jalan-jalan di desa yang dilewati oleh kendaraan berat, karena itu juga menjadi tanggung jawab pelaksana,” tegas Dauscobra, Ketua Umum Ormas Gival.
Hadir juga dalam pertemuan tersebut Muspika Kecamatan Patokbeusi, Kapolsek Pabuaran, Danramil Pabuaran, Kades Rancamulya, Kades Rancabango, perwakilan Pemdes Pringkasap, perwakilan PJT dan Konsultan Proyek serta lainnya.(nanang suparman)
