Kegitaan PKTD tersebut melibatkan 140 orang dari tiga Kadus, yang secara ekonomi terdampak pandemi virus Covid-19. Adapun sasaran kegiatannya, yakni pembersihan jalan, gorong-gorong dan pemberihan saluran irigasi untuk meningkatkan produksi pertanian yang merupakan bagian dari program PKTD itu sendiri dan rencananya akan dilaksanakan sampai lima hari kedepan.
Disela kegiatan Kepala Desa Setialaksana Rohmat Hidayat Tulloh didampingi warga menjelaskan bahwa padat karya tunai Desa memperkuat daya tahan ekonomi desa. Di mana akibat pandemi Covid-19 ini secara ekonomi sangat berpengaruh ke pendapatan masyarakat desa.
“Maka itu, melalui perubahan APBDes, agar perekonomian desa tetap terjaga dan Covid 19 di Desa dapat dicegah dan ditangani, salah satunya melalui giat Padat Karya Tunai Desa (PKTD) ini,” jelas Rohmat.
Pengerjaan sumber dana dari APBN ini dilakukan secara swakelola oleh masyarakat Desa dan wajib menerima upah bekerja.
“Karena, para pekerja yang dilibatkan berasal dari keluarga secara ekonomi perlu kita bantu. Termasuk dari keluarga yang menganggur, setengah penganggur. Dan pemberian upah yang diberikan secara harian,” pungkasnya.(barnas)
