Warga setempat ungkapkan, pada Selasa malam (9/3), saat itu sejumlah warga sedang ngobrol sambil ngopi, sekitar pukul 23 .00 melihat sebuah mobil melaju dengan kencang dan sesampainya ketempat itu, “4 orang turung dari mobil, langsung menghampiri kami, sambil huak-haok (marah-marah), gebrag bale sampai gelas kopi berserakan, meja ditalapung, pintu ditendang dan tembakan senjata ke udara sebanyak tiga kali, lalu setelah itu pergi sambil membawa termos dan motor diangkut ke polsek pedes” demikian disampaikan Eman bersama warga lainnya bergantian, pada sejumlah awak media, Rabu (10/3).
“motor yang dibawa tersebut adalah Jupiter Mx, motor saya STNK nya juga ada” tandas Eman menegaskan.
Warga lainnya mengabarkan bahwa dimungkinkan, “gegara tembakan itu, ada warga yang kaget sampai diimpus, dan ada bayi terkejut ketakutan yang rumah sebelah posko tempat kejadian tersebut, barusan ibu-ibu mengabarkan ke saya” ungkapnya.
“Mereka datang berempat menggunakan mobil pribadi, satu pakean preman yang lainnya seragam” imbuhnya.
Diklarifikasi prihal kejadian diatas tersebut, Kapolsek Pedes menjawab bahwa, “Anggota Polsek tidak datang dengan tiba-tiba kalau tidak ada keluhan masyarakat pak, Anggota kami justru mengamankan agar kerusuhan tidak terjadi 2 kubu menjelang pemilihan Pilkades….Tuk lebih jelas silhkan ke Pak Kades Sukaratu…” jelasnya, via WhatsApp, Rabu (10/3).
Atas kejadian tersebut sejumlah tokoh masyarakat beserta warga desa setempat, “kami mengharapkan, pengamanan jangan sampai arogan dan harus ramah juga sesuai aturan” tandasnya. (Hal/red)
