KARAWANG || ONTV.CO.ID – Sejumlah Kelom pok Penerima bantuan pengembangan ternak sapi di wilayah Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang mengeluh dengan pemberian bantuan dari Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daeng Muhammad.
Keterangan yang di peroleh dari beberapa ketua Kelompok Penerima bantuan sapi berinisial HA dan HMH mengeluh karena mereka hanya menerima fisiknya saja,semua bentuk perbelanjaan tidak pernah di ketahui oleh pengurus kelompok peternak.”Kami tidak mengelola keuangan,semua uang yang telah di cairkan di ambil oleh perwakilan Aspirator bernama Tiar” jelas kedua ketua kelompok.
Di katakan ketua kelompok bahwa dalam pelaksanaan pencairan keuangan berlangsung 3 tahap yakni tahap pertama sebesar Rp 47 juta namun uang tersebut setelah di cairkan oleh ketua dan Bendahara kelompok langsung saja di ambil oleh Tiar dan kembali menyerahkan uang tersebut sebesar Rp 37 juta untuk dipergunakan pembuatan Kandang ,sedangkan sisa yang Rp 10 juta di pegang oleh Tiar dengan alasan yang sangat klasik sebagai biaya Administrasi jelas mereka.
Kedua ketua Kelompok merasa dirugikan dengan uang sebesar Rp 37 juta pembangunan kandang seluas 8 meter x 15 meter tidak mencukupi dengan biaya anggaran pembangunan sebesar 50 juta, jelas mereka.
Kemudian pada pencairan tahap ke 2,selang beberapa jam setelah uang di cairkan oleh kedua ketua dan Bendahara kelompok di BRI cabang Jatisari ,”Tiar mendatangi ke rumah masing-masing ketua untuk mengambil seluruh uang yang baru di cairkan tersebut” jelas nya.
Adapun lanjut ia “kegunaan uang tersebut untuk di belikan Sapi dan Kami seluruh anggota kelompok peternak tidak memegang uang itu ,sepeser pun”, jelas kedua ketua.
HA menjelaskan hingga saat ini kelompoknya belum menerima 8 ekor sapi seperti yang telah di janjikan oleh Tiar.termasuk 1 unit mesin pencacah kohe sert 1 Cator juga belum juga kunjung datang jelas HA.
Demikian pula HMH menjelaskan bahwa Ia sudah merima 8 ekor sapi bila.di lihat dari pada bentuk fisik sapi nya sangat kecil kecil,juga menerima 1unit cator dan 1 unit mesin pencacah terang
Tiar Perwakilan Aspirator dari Partai Amanat Nasional ( PAN) ini saat di minta klarifikasi nya atas pengelolaan keuangan yang di nilai telah memonopoli hak dari pengurus kelompok peternak untuk mengelola uang bantuan tersebut dan keuangan semestinya di pegang oleh bendahara kelompok namun Tiar beralibi dengan alasan bahwa Ia hanya ingin menyelamatkan uang tersebut agar tidak salah gunakan oleh para pengurus kelompok ternak.
Dijelaskan oleh Tiar bahwa pada pengadaan Sapi bukan hanya sekedar sapi saja,”sapi tersebut sudah di vaksin dan ada pemberian vitamin dari dr hewan,termasuk cator dan mesin pencacah harus sesuai dengan standart yang di berikan oleh juga tidak boleh pembelian atas nama pribadi harus menggunakan nama kelompok,jelas Tiar.
Hal inilah penyebab belum di kirimnya Cator dan mesin pencacah karena harus menunggu mesin yang sudah di pesan.
Tiar mejelaskan kelompok harus nya mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut.” Tidak ada biaya pemeliharaan dan biaya untuk pakan ” jelas Tiar.
Para kelompok semesti nya mau berkorban sebab ketika nanti program ini sudah menghasilkan income (pemasukan)merekalah yang akan menikmati hasil nya,jelasnya.(ch-red)
