Syukuran Potong Rambut Masih Jadi Rtadisi Budaya Warga Desa Solokan

Karawang,ontv.co.id – Akar rambut terbentuk sejak janin berusia sekitar 8 minggu dan terus berkembang hingga lahir. Rambut pertama ini diistilahkan dengan “velus”. Meski tak bisa digeneralisasi, rambut bawaan ini biasanya sangat tipis. Sejak minggu-minggu pertama kelahirannya hingga 12 minggu kemudian biasanya rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya. Kendati ada juga yang kerontokannya sangat sedikit, seakan-akan tidak berkurang sama sekali.

Mencukur rambut bayi saat genap berusia 40 hari memang tidak ada pertimbangan medisnya. Jadi, sekadar meneruskan tradisi. Pilihan waktu ini cukup beralasan. Saat bayi berumur 40 hari umumnya kondisi ibu sudah pulih seusai melewati proses persalinan yang sangat melelahkan secara fisik dan psikis. Bayi pun sudah cukup “kuat” dan siap bertemu banyak orang. Terlebih lagi, banyak orangtua yang takut mencukur rambut bayinya sebelum berumur 40 hari. Alasan mereka, kepala si kecil masih terasa sangat lunak dan terlihat amat mungil.

Terlihat di salah satu rumah warga Dusun Lamaran I Rt.08/04 Desa Solokan Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang budaya Selamatan Cukur Rambut masih kental, Nazril Aidil Arsya (40) hari Putra Pertama Supriyitno dan Pahlia Amanda(10/720).

Di hadiri tamu undangan,tokoh agama,dan aparatur desa setempat dalam doa yang di pimpin ustad Patoni” masi sama- sama berdoa agar Ananda Nazril Aidil Arsya yang saat ini berusia (40) hari semoga Menjadi Anak yang Berbakti Kepada Kedua Orang Tua nya, Menjadi Anak yang Soleha dan berguna bagu nusa dan bangsa.ucapnya

Selanjutnya ucapan rasa syukur dan terima kasih yang datang dari Wakil Ali Akbar MK Selaku Kakek Sekaligus Tuan Rumah” alhamdulilah dan  saya ucapkan Terima kasih para ustadz dan tokoh masyarakat mau pun aparatur desa Solokan yang sudah Menyempatkan untuk hadir di acara Selamatan cukur Rambut Ananda Arsya.tuturnya. (Harlan)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan