Menderita Lumpuh, Remaja Asal Bekasi Butuh Bantuan

Bekasi,ontv.co.id – Ade (36), warga Kampung kelapa dua Rt 03/04 Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi menderita lumpuh selama 18 tahun sangat membutuhkan uluran tangan.

Karena kondisi kehidupan keluarga yang masuk kategori miskin, Ade yang tinggal bersama adiknya dibantaran kali dan menempati gubuk reot peninggalan orang tuanya hanya bisa pasrah dengan penyakit yang dideritanya lantaran tak punya biaya berobat.

Kondisi Ade cukup memprihatinkan, pasalnya semakin hari penyakit yang dideritanya semakin parah dan kondisi seluruh tubuhnya hampir mengalami lumpuh layu. Kedua tulang kakinya kaku dan mengecil sehingga tak mampu bergerak.

Selama 18 tahun menderita kelumpuhan pada kedua kakinya, Ade dalam menjalankan aktifitasnya kesehariannya hanya bisa ngesot dan tidak jarang Ade harus menahan rasa sakit.

Saat ditemui awak media di kediamannya pada minggu (06/12/2020), Ade yang didampingi adiknya dalam kondisi sedang meringis menahan sakit ditempat tidurnya yang hanya beralaskan kasur lantai,

Ade (36) hanya bisa terbaring lemah mengaku kalau dirinya sudah hampir 18 tahun menderita kelumpuhan dan dirinya merasa pasrah dengan penyakit yang dideritanya.

“Sudah 18 tahun saya menderita penyakit ini. Siang dan malam kadang tidak bisa tidur, Karena tiba-tiba nyeri, Saya cuma bisa pasrah dengan semua ini” ujarnya.

Ade menuturkan, faktor ekonomi menjadi penyebab dirinya tidak melakukan pengobatan terhadap penyakitnya. Dirinya juga mengaku takut berobat kerumah sakit lantaran diperkirakan dirinya akan membutuhkan biaya yang besar. Selain itu dirinya juga takut jika kedua kakinya akan di amputasi.

“Karena tidak punya biaya, jangan kan buat biaya berobat untuk makan sehari hari aja saya harus mengandalkan adik saya.,’ keluh Ade.

Sementara Bonah (20), adik kandung Ade juga menyatakan tidak bisa berbuat banyak lantaran faktor ekonomi keluarganya yang masih serba kekurangan.

“Buat makan sehari hari saja susah bang harus menunggu suami saya pulang kerja yang pulangnya satu minggu sekali, Boro boro buat berobat ke rumah sakit, Apa lagi kan belum lama ini bapak saya meninggal dunia” tutur Bonah.

Bonah pun berharap ada pihak pihak yang mau membantu memberikan bantuan kursi roda untuk kakaknya.

“Saya sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah dan uluran para dermawan untuk membantu supaya kakak saya bisa punya kursi roda, Kadang saya kasihan lihat Kakak saya setiap hari ngesot,” harapnya.(barnas)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan