Pasalnya, masyarakat Desa Sukaluyu tahu Ardiansyah yang mengaku sebagai warga Karang Taruna merupakan anak pengusaha limbah PT. Aichikiki Autoparts Indonesia.
Alih-alih simpati terhadap warga Sukaluyu yang terkapar di RSUD Karawang, Ardiansyah malah membuat opini yang tidak jelas arahnya kemana.
Pernyataan Ardiansyah “papah mamah minta saham”? menurut warga Sukaluyu merupakan lelucon tanpa dasar.
“Saham siapa yang akan dipinta? Jangankan kasih saham bantuin warga Sukaluyu aja gak maksimal,” jelas Pengurus Karang Taruna Sukaluyu yang diamini pengurus lain dan lembaga desa.
Dikatakan beberapa warga bahwa aksi unjuk rasa ini jelas berangkat dari kekecewaan masyarakat atas ketidakpedulian pengusaha limbah PT. Aichikiki yang tidak menghargai masyarakat lingkungan.
“Sudah tidak pernah memberikan bantuan pada masyarakat Sukaluyu ditengah pandemi malah menyewa preman bayaran untuk melukai,” ujar warga Sukaluyu.(fie)
