SPSI Purwakarta Tuntut PT.Nipon Telah Melakukan Pelanggaran Normatif

Purwakarta.ontv.co.id –  Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI ) melakukan aksi demo menuntut keadilan   PT Nipsea Pain And Chemilalls (PT  Nippon Paint) Desa cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rabu (2/10). Di halaman PT. Nippon paint
SPSI  menuntut PT Nippon Paint yang sudah melakukan pelanggaran normative meliputi upah minimum kabupaten (UMK),
Intimidasi, membatasi ruang gerak serikat pekerja, kontrak kerja yang tidak sesuai aturan berlaku, pelanggaran isi perjanjian kerja sama, Pkb, pelanggaran norma dan keselamatan kerja (P2K3).
Situasi sempat  memanas karena kesal selama 3 jam tidak ada tanggapan dari perusahaan, para pendemo melakukan aksi dorong  dan meminta pimpinanan perusahaan untuk segera keluar menemuinya.
Setelah beberapa jam berlangsungnya audensi , Alhasil  belum menuai kesepakatan antara  SPSI  dan pihak perusahaan PT. Nippon Paint. Dan Audensi  akan dilanjut pada hari Jum’at  4  oktober 2019  bertempat di kantor  disnaker  Kabupaten  Purwakarta.
Pimpinan perusahaan PT. Nippon paint  Marjany  mengatakan. Hari  ini  kita belum bisa memberikan keputusan, namun akan di lanjutkan audensi  pada hari Jumat  4  oktober 2019. Pukul 10, 00 Wib di kantor Disnaker purwakarta, bersama pucuk pimpinan kami pak budi sebagai directur utama PT.Nippon paint. Kata Marjany saat di temui awak media
” Mudah- mudahan di hari jum’ at 4 oktober 2019 ada solusi nya, sehingga keadaan bisa kondusif, baik di lingkungan Perusahaan maupun di lingkugan masyarakat sekitar.” Ujar Marjany ..
Sementara Sugito selaku manager perusahaan PT. Nippon paint enggan berkomentar  saat ditemui awak media.
Diakhir orasinya, Ira Ketua PC SPSI Purwakarta menjelaskan, ” Kami hanya menuntut keadilan dan hak para pekerja, perusahaan ini  sudah melakukan pelanggaran normative. ujar Ira
” Kalo tuntutan kami tidak sampai di penuhi oleh perusahaan di pertemuan tanggal 4 oktober 2019  mndatang. Maka akan ada aksi besar – besaran lagi.”
” Bila perlu kita akan  mogok kerja sebelum tuntutan kiat  di penuhi oleh perusahaan,  kita tunggu tanggal  4 oktober  bagaiman hasilnya. Tegas Ira (red)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan