BeritaDaerah

HITAM PEKAT ALIRAN SUNGAI CITARUM TIMBULKAN BAU TIDAK SEDAP

×

HITAM PEKAT ALIRAN SUNGAI CITARUM TIMBULKAN BAU TIDAK SEDAP

Sebarkan artikel ini

KARAWANG || ONTV.CO.ID – Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang terus berjalan mengakibatkan daerah aliran sungai Citarum makin terdegradasi. Beberapa aktivitas seperti pembukaan lahan hutan untuk pembangunan perumahan dan pengusahaan lahan pertanian, perilaku membuang sampah ke sungai yang tidak terkontrol juga menjadi satu indikasi sebab kerusakan. Telah diakui bahwa masyarakat sepanjang aliran sungai memiliki budaya membuang sampah yang tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Masih minimnya pemahaman akan lingkungan dan sikap apatis masyarakat terhadap kondisi sungai dan sampah semakin memperburuk kondisi Sungai Citarum.

Terlihat dengan jelas aliran citarum hari ini hitam pekat dan bau tidak sedap sontak salah seorang warga berkomentar “bukan citatum harum tapi citarum bau mana ada harumnya, (11/11/2023) Endang warga Dusun Benteng citarum harum apanya ini ko bau kaya gini berarti citarum bau”.tandasnya.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Menurut Iwan yang di sapa akrab Andre salah seorang tokoh muda Dusun Benteng Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat mengatakan ” bahwa sannya aliran sungai citarum ini terlihat hitam pekat di duga tercemar limbah industri,namun ada yang bilang ini alirah limbah rumah tangga memang tiap hari aliran limbah rumah tangga yang di got-got dialirkan ke citarum tapi tidak sehitam seperti ini sehingga ini menimbulkan bau yang luar biasa”,ungkapnya

Kami harap Lanjut andre, “pemerintah daerah khususnya dinas lingkungan hidup kabupaten karawang cepat tangga dalam hal ini ,karena kami khususnya warga Benteng yang tinggal di sekitar aliran sungan merasakan sekali dampaknya”.imbuhnya.

Pemerintah dan berbagai pihak terkait harus terus berupaya untuk mensosialisalikan dan memberipengetahuan yang benar kepada masyarakat,dan para pelakuusaha (industri) terutama mengenai kelestarian lingkungan hidup. Seringkali terjadi, perilaku masyarakat dan pelaku usaha (industri)yang menyimpang, dalam artian tidak memperdulikan alam sekitar bukan atas dasar kesengajaan, akan tetapi disebabkan oleh minimnya pengetahuan akan kelestarian alam. Berbagai level stakeholder harus bersama-sama terjun Menyusun dan merancang kegiatan edukasi yang dapat mencerdaskan masyarakat. Paling tidak, masyarakat mengerti dan memahami dasar-dasar penjagaan terhadap kelestarian alam, mulai dari hal-hal yang kecil seperti membuangsampah pada tempatnya. Kebijakan yang dirumuskan tentunya harus bermanfaat bagi semua pihak, khususnya masyarakat yang terkena dampak langsung dari kebijakan tersebut.pungkasnya.(ita)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan